Dalam pembelajaran ilmu nahwu, na'at dan man'ut merupakan salah satu materi penting yang perlu dipahami. Keduanya berkaitan dengan penggunaan kata sifat dalam bahasa Arab dan bagaimana sebuah kata mengikuti kata yang disifatinya.
Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal susunan seperti "siswa yang rajin", "buku baru", atau "rumah besar". Dalam bahasa Arab, hubungan antara kata yang disifati dan kata sifat tersebut memiliki aturan yang lebih teratur.

Na'at harus mengikuti man'ut dalam beberapa hal, yaitu i'rab, ma'rifah dan nakirah, jenis (mudzakkar dan muannats), serta jumlah (mufrad, mutsanna, dan jamak).
Agar lebih mudah dipahami, mari kita pelajari pengertian, kaidah, contoh, dan cara menentukan na'at dan man'ut dalam bahasa Arab.
Pengertian Na'at dan Man'ut
Apa Itu Na'at?
Na'at (النَّعْتُ) adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan atau menerangkan sifat dari isim yang berada sebelumnya.
Na'at dalam bahasa Indonesia secara sederhana dapat dipahami sebagai kata sifat.
Contohnya:
جَاءَ طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
Artinya:
"Seorang siswa yang rajin telah datang."
Pada kalimat tersebut:
- طَالِبٌ = siswa → man'ut
- مُجْتَهِدٌ = rajin → na'at
Kata مُجْتَهِدٌ menjelaskan sifat dari طَالِبٌ.
Apa Itu Man'ut?
Man'ut (الْمَنْعُوتُ) adalah isim yang diterangkan atau disifati oleh na'at.
Dengan kata lain:
Man'ut adalah kata yang disifati, sedangkan na'at adalah kata yang memberikan sifat kepada man'ut.
Contoh:
كِتَابٌ جَدِيدٌ
Artinya:
"Sebuah buku baru."
- كِتَابٌ = buku → man'ut
- جَدِيدٌ = baru → na'at
Jadi, cara paling mudah mengingatnya adalah:
Man'ut = yang disifati
Na'at = yang memberi sifat
Na'at dan Man'ut Harus Sesuai
Salah satu ciri penting dalam pembahasan na'at dan man'ut adalah adanya kesesuaian antara keduanya.
Secara umum, na'at mengikuti man'ut dalam empat hal:
- I'rab
- Ma'rifah dan nakirah
- Mudzakkar dan muannats
- Mufrad, mutsanna, dan jamak
Perhatikan tabel berikut.
| No. | Aspek Kesesuaian | Man'ut | Na'at |
|---|---|---|---|
| 1 | I'rab | Rafa', nashab, atau jar | Mengikuti i'rab man'ut |
| 2 | Ma'rifah/Nakirah | Ma'rifah atau nakirah | Mengikuti man'ut |
| 3 | Jenis | Mudzakkar atau muannats | Mengikuti jenis man'ut |
| 4 | Jumlah | Mufrad, mutsanna, atau jamak | Mengikuti jumlah man'ut |
Keempat aspek tersebut merupakan kunci utama untuk mengenali susunan na'at dan man'ut.
1. Na'at Mengikuti I'rab Man'ut
Na'at harus mengikuti man'ut dalam hal i'rab, yaitu kedudukan akhirnya dalam kalimat.
Jika man'ut berada dalam keadaan rafa', na'at juga rafa'.
Jika man'ut berada dalam keadaan nashab, na'at juga nashab.
Jika man'ut berada dalam keadaan jar, na'at juga jar.
Contoh Rafa'
جَاءَ الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ
Artinya:
"Siswa yang rajin telah datang."
- الطَّالِبُ = man'ut, rafa'
- الْمُجْتَهِدُ = na'at, rafa'
Keduanya sama-sama berharakat dhammah.
Contoh Nashab
رَأَيْتُ الطَّالِبَ الْمُجْتَهِدَ
Artinya:
"Saya melihat siswa yang rajin."
- الطَّالِبَ = man'ut, nashab
- الْمُجْتَهِدَ = na'at, nashab
Keduanya sama-sama berharakat fathah.
Contoh Jar
مَرَرْتُ بِالطَّالِبِ الْمُجْتَهِدِ
Artinya:
"Saya melewati siswa yang rajin."
- الطَّالِبِ = man'ut, jar
- الْمُجْتَهِدِ = na'at, jar
Keduanya sama-sama berharakat kasrah.
Dari tiga contoh tersebut dapat dilihat bahwa perubahan i'rab pada man'ut diikuti oleh na'at.
Untuk memahami pembahasan ini lebih lanjut, Anda juga dapat mempelajari artikel Pengertian I'rab dalam Ilmu Nahwu dan Macam-Macamnya.
2. Na'at Mengikuti Ma'rifah dan Nakirah Man'ut
Na'at juga harus mengikuti man'ut dalam hal ma'rifah dan nakirah.
Jika man'ut berupa isim ma'rifah, na'at juga harus ma'rifah.
Jika man'ut berupa isim nakirah, na'at juga harus nakirah.
Contoh Nakirah
جَاءَ رَجُلٌ صَالِحٌ
Artinya:
"Seorang laki-laki yang saleh telah datang."
- رَجُلٌ = man'ut, nakirah
- صَالِحٌ = na'at, nakirah
Keduanya tidak menggunakan alif lam dan menunjukkan sesuatu yang belum ditentukan secara khusus.
Contoh Ma'rifah
جَاءَ الرَّجُلُ الصَّالِحُ
Artinya:
"Laki-laki yang saleh itu telah datang."
- الرَّجُلُ = man'ut, ma'rifah
- الصَّالِحُ = na'at, ma'rifah
Keduanya menggunakan alif lam.
Jika ingin memahami perbedaan isim ma'rifah dan nakirah secara lebih lengkap, baca juga Pengertian Isim Ma'rifat dan Contohnya dalam Bahasa Arab dan Pengertian Isim Nakirah dan Contohnya dalam Bahasa Arab.
3. Na'at Mengikuti Mudzakkar dan Muannats
Na'at juga harus sesuai dengan jenis man'ut, yaitu mudzakkar atau muannats.
Jika man'ut mudzakkar, na'at harus sesuai dengan bentuk mudzakkar.
Jika man'ut muannats, na'at harus sesuai dengan bentuk muannats.
Contoh Mudzakkar
طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
Artinya:
"Seorang siswa yang rajin."
- طَالِبٌ = man'ut mudzakkar
- مُجْتَهِدٌ = na'at mudzakkar
Contoh Muannats
طَالِبَةٌ مُجْتَهِدَةٌ
Artinya:
"Seorang siswi yang rajin."
- طَالِبَةٌ = man'ut muannats
- مُجْتَهِدَةٌ = na'at muannats
Perhatikan perubahan:
مُجْتَهِدٌ → مُجْتَهِدَةٌ
Na'at berubah mengikuti jenis man'ut.
Pembahasan ini berkaitan erat dengan materi Mudzakkar dan Muannats dalam Bahasa Arab: Pengertian dan Contohnya.
4. Na'at Mengikuti Jumlah Man'ut
Na'at juga mengikuti jumlah man'ut, yaitu:
- Mufrad = satu
- Mutsanna = dua
- Jamak = lebih dari dua
Na'at dan Man'ut Mufrad
طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
Artinya:
"Seorang siswa yang rajin."
Keduanya berbentuk mufrad.
Na'at dan Man'ut Mutsanna
طَالِبَانِ مُجْتَهِدَانِ
Artinya:
"Dua siswa yang rajin."
- طَالِبَانِ = man'ut mutsanna
- مُجْتَهِدَانِ = na'at mutsanna
Na'at dan Man'ut Jamak
طُلَّابٌ مُجْتَهِدُونَ
Artinya:
"Para siswa yang rajin."
- طُلَّابٌ = man'ut jamak
- مُجْتَهِدُونَ = na'at jamak
Untuk memahami perubahan isim berdasarkan jumlah, Anda dapat membaca Mufrad, Mutsanna, dan Jamak dalam Bahasa Arab: Pengertian dan Contohnya.
Tabel Kesesuaian Na'at dan Man'ut
Agar lebih mudah mengingatnya, berikut rangkuman contoh na'at dan man'ut.
| Man'ut | Na'at | Keterangan |
|---|---|---|
| طَالِبٌ | مُجْتَهِدٌ | Mufrad, mudzakkar, nakirah, rafa' |
| طَالِبَةٌ | مُجْتَهِدَةٌ | Mufrad, muannats, nakirah, rafa' |
| الطَّالِبُ | الْمُجْتَهِدُ | Mufrad, mudzakkar, ma'rifah, rafa' |
| الطَّالِبَةُ | الْمُجْتَهِدَةُ | Mufrad, muannats, ma'rifah, rafa' |
| طَالِبَيْنِ | مُجْتَهِدَيْنِ | Mutsanna, mudzakkar, nashab/jar |
| طَالِبَانِ | مُجْتَهِدَانِ | Mutsanna, mudzakkar, rafa' |
| طَالِبَاتٌ | مُجْتَهِدَاتٌ | Jamak muannats, nakirah, rafa' |
| الطُّلَّابُ | الْمُجْتَهِدُونَ | Jamak mudzakkar, ma'rifah, rafa' |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa perubahan pada man'ut akan diikuti oleh perubahan pada na'at.
Contoh Na'at dan Man'ut dalam Kalimat Bahasa Arab
Berikut beberapa contoh lain yang dapat digunakan untuk memahami na'at dan man'ut.
1. Rumah yang besar
بَيْتٌ كَبِيرٌ
Artinya:
"Sebuah rumah yang besar."
- بَيْتٌ = man'ut
- كَبِيرٌ = na'at
2. Buku yang bermanfaat
كِتَابٌ مُفِيدٌ
Artinya:
"Sebuah buku yang bermanfaat."
- كِتَابٌ = man'ut
- مُفِيدٌ = na'at
3. Buku yang baru
الْكِتَابُ الْجَدِيدُ
Artinya:
"Buku yang baru itu."
- الْكِتَابُ = man'ut
- الْجَدِيدُ = na'at
4. Guru yang mulia
مُعَلِّمٌ كَرِيمٌ
Artinya:
"Seorang guru yang mulia."
- مُعَلِّمٌ = man'ut
- كَرِيمٌ = na'at
5. Siswi yang pintar
طَالِبَةٌ ذَكِيَّةٌ
Artinya:
"Seorang siswi yang pintar."
- طَالِبَةٌ = man'ut
- ذَكِيَّةٌ = na'at
6. Dua siswa yang rajin
طَالِبَانِ مُجْتَهِدَانِ
Artinya:
"Dua siswa yang rajin."
- طَالِبَانِ = man'ut
- مُجْتَهِدَانِ = na'at
Cara Menentukan Na'at dan Man'ut
Bagaimana cara mengetahui mana na'at dan mana man'ut dalam sebuah kalimat?
Gunakan langkah sederhana berikut.
Langkah 1: Cari isim yang diterangkan
Cari kata benda atau isim yang mendapatkan penjelasan berupa sifat.
Contoh:
رَأَيْتُ كِتَابًا جَدِيدًا
Artinya:
"Saya melihat sebuah buku baru."
Kata كِتَابًا merupakan isim yang disifati.
Jadi, كِتَابًا adalah man'ut.
Langkah 2: Cari kata yang menjelaskan sifatnya
Kata setelahnya adalah جَدِيدًا yang berarti "baru".
Kata tersebut memberikan sifat kepada كِتَابًا.
Jadi, جَدِيدًا adalah na'at.
Langkah 3: Periksa kesesuaiannya
Periksa apakah na'at dan man'ut memiliki kesesuaian dalam:
- i'rab
- ma'rifah atau nakirah
- mudzakkar atau muannats
- mufrad, mutsanna, atau jamak
Pada contoh:
كِتَابًا جَدِيدًا
keduanya:
- nakirah
- mudzakkar
- mufrad
- nashab
Maka جَدِيدًا benar sebagai na'at dari كِتَابًا.
Na'at Haqiqi dan Na'at Sababi
Dalam pembahasan yang lebih lanjut, na'at dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk. Dua istilah yang sering dibahas adalah na'at haqiqi dan na'at sababi.
Na'at Haqiqi
Na'at haqiqi adalah na'at yang secara langsung menerangkan man'ut.
Contoh:
جَاءَ رَجُلٌ صَالِحٌ
Artinya:
"Seorang laki-laki yang saleh telah datang."
Kata صَالِحٌ secara langsung menjelaskan رَجُلٌ.
Na'at Sababi
Na'at sababi adalah sifat yang berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan man'ut, bukan secara langsung menerangkan zat man'ut tersebut.
Contoh sederhana:
جَاءَ رَجُلٌ حَسَنٌ أَخْلَاقُهُ
Artinya:
"Seorang laki-laki yang akhlaknya baik telah datang."
Dalam pembahasan na'at sababi, terdapat kaidah yang lebih khusus sehingga pembahasannya sebaiknya dipelajari setelah memahami na'at haqiqi.
Untuk tingkat dasar, memahami empat kesesuaian utama na'at dan man'ut sudah menjadi fondasi penting.
Hubungan Na'at dan Man'ut dengan Isim
Na'at dan man'ut tidak dapat dipisahkan dari pembahasan isim dalam bahasa Arab.
Kata sifat dalam bahasa Arab termasuk kelompok isim. Karena itu, memahami pembagian isim akan membantu kita memahami na'at dengan lebih baik.
Anda dapat mempelajari Mengenal Isim dan Tanda-Tandanya untuk memahami dasar-dasar isim.
Selain itu, pembahasan Mengenal Unsur Penyusun Kalimat dalam Bahasa Arab: Isim, Fi'il, dan Huruf juga dapat membantu memahami kedudukan isim dalam struktur bahasa Arab.
Perbedaan Na'at dan Man'ut
Agar tidak tertukar, perhatikan perbedaan berikut.
| Istilah | Pengertian | Contoh |
|---|---|---|
| Man'ut | Isim yang disifati | طَالِبٌ |
| Na'at | Kata yang memberikan sifat | مُجْتَهِدٌ |
Dalam susunan:
طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
maka:
طَالِبٌ = Man'ut
مُجْتَهِدٌ = Na'at
Cara mengingatnya:
Man'ut adalah yang diterangkan, sedangkan na'at adalah yang menerangkan sifatnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Na'at dan Man'ut
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika mempelajari na'at dan man'ut.
1. Tidak menyamakan i'rab
Salah:
جَاءَ الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدَ
Benar:
جَاءَ الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ
Karena man'ut الطَّالِبُ berada dalam keadaan rafa', na'at juga harus rafa'.
2. Man'ut ma'rifah tetapi na'at nakirah
Salah:
جَاءَ الطَّالِبُ مُجْتَهِدٌ
Jika مُجْتَهِدٌ dimaksudkan sebagai na'at, bentuk tersebut tidak sesuai dengan man'ut yang ma'rifah.
Benar:
جَاءَ الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ
3. Tidak menyesuaikan jenis
Salah:
طَالِبَةٌ مُجْتَهِدٌ
Benar:
طَالِبَةٌ مُجْتَهِدَةٌ
Karena طَالِبَةٌ adalah muannats, na'at-nya harus menyesuaikan.
Ringkasan Na'at dan Man'ut
Na'at dan man'ut merupakan materi penting dalam ilmu nahwu.
Na'at adalah kata yang memberikan sifat atau keterangan kepada isim sebelumnya, sedangkan man'ut adalah isim yang mendapatkan sifat tersebut.
Na'at mengikuti man'ut dalam empat hal utama:
- I'rab
- Ma'rifah dan nakirah
- Mudzakkar dan muannats
- Mufrad, mutsanna, dan jamak
Contoh paling sederhana:
طَالِبٌ مُجْتَهِدٌ
Artinya:
"Seorang siswa yang rajin."
طَالِبٌ adalah man'ut dan مُجْتَهِدٌ adalah na'at.
Jika empat kaidah kesesuaian tersebut sudah dipahami, menentukan na'at dan man'ut dalam kalimat bahasa Arab akan menjadi jauh lebih mudah.
FAQ tentang Na'at dan Man'ut
Apa pengertian na'at dalam bahasa Arab?
Na'at adalah kata yang menerangkan atau memberikan sifat kepada isim yang disebut sebelumnya.
Apa pengertian man'ut?
Man'ut adalah isim yang diterangkan atau diberi sifat oleh na'at.
Apa perbedaan na'at dan man'ut?
Man'ut adalah kata yang disifati, sedangkan na'at adalah kata yang memberikan sifat kepada man'ut.
Apa saja syarat kesesuaian na'at dan man'ut?
Na'at mengikuti man'ut dalam empat hal utama, yaitu i'rab, ma'rifah-nakirah, mudzakkar-muannats, serta mufrad-mutsanna-jamak.
Apakah na'at selalu berada setelah man'ut?
Dalam pembahasan dasar na'at, na'at umumnya mengikuti man'ut dan berada setelahnya. Namun, dalam struktur bahasa Arab terdapat pembahasan yang lebih luas mengenai berbagai bentuk na'at.
Apa contoh na'at dan man'ut yang mudah?
Contohnya:
بَيْتٌ كَبِيرٌ
Artinya "sebuah rumah yang besar."
بَيْتٌ adalah man'ut, sedangkan كَبِيرٌ adalah na'at.
Penutup
Memahami na'at dan man'ut merupakan salah satu langkah penting dalam mempelajari ilmu nahwu. Dengan memahami hubungan keduanya, kita dapat lebih mudah membaca dan menyusun kalimat bahasa Arab dengan benar.
Kunci utamanya adalah mengingat bahwa na'at mengikuti man'ut dalam i'rab, ma'rifah atau nakirah, jenis, dan jumlah.
Setelah memahami materi ini, pembelajaran dapat dilanjutkan ke materi isim lainnya seperti i'rab, ma'rifah dan nakirah, mudzakkar dan muannats, serta mufrad, mutsanna, dan jamak agar pemahaman tata bahasa Arab semakin kuat.
Posting Komentar untuk "Na'at dan Man'ut dalam Bahasa Arab: Pengertian, Contoh, dan Kaidahnya"
Kritik dan Saran yang membangun sangat kami butuhkan