Fi'il dalam bahasa Arab merupakan salah satu materi dasar yang penting dipahami ketika mempelajari ilmu Nahwu dan Sharaf. Fi'il secara sederhana dapat diartikan sebagai kata kerja, yaitu kata yang menunjukkan suatu pekerjaan atau peristiwa dan berkaitan dengan waktu.
Dalam bahasa Arab, Fi'il tidak hanya dibedakan berdasarkan waktu, tetapi juga dapat dibagi berdasarkan kebutuhan terhadap objek, bentuk aktif dan pasif, serta huruf penyusunnya.

Pada artikel ini kita akan membahas pengertian Fi'il, pembagian Fi'il, contoh Fi'il dalam bahasa Arab, serta tanda-tanda atau ciri-ciri Fi'il secara bertahap agar mudah dipahami oleh pemula.
Sebelum mempelajari Fi'il lebih jauh, kamu dapat memahami terlebih dahulu unsur penyusun kalimat dalam bahasa Arab, karena Kalimah dalam bahasa Arab secara umum terbagi menjadi Isim, Fi'il, dan Huruf.
Untuk memahami hubungan antara Nahwu dan Sharaf dalam pembelajaran bahasa Arab, baca juga Ilmu Nahwu dan Sharaf: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya.
Pengertian Fi'il dalam Bahasa Arab
Secara bahasa, Fi'il (فِعْلٌ) berarti pekerjaan atau perbuatan.
Dalam ilmu Nahwu, Fi'il adalah kata yang menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri dan berkaitan dengan salah satu waktu.
Waktu yang dimaksud secara umum adalah:
- waktu lampau,
- waktu sekarang atau akan datang,
- dan bentuk perintah.
Contoh Fi'il dalam bahasa Arab:
- كَتَبَ = telah menulis
- يَكْتُبُ = sedang atau akan menulis
- اُكْتُبْ = tulislah!
Ketiga kata tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan pekerjaan menulis, tetapi bentuk dan penggunaannya berbeda.
Pembagian Fi'il dalam Bahasa Arab
Fi'il dapat dibagi berdasarkan beberapa sudut pandang. Dalam pembelajaran dasar, pembagian Fi'il yang penting untuk dipahami adalah sebagai berikut:
- Fi'il berdasarkan waktu dan bentuknya.
- Fi'il berdasarkan kebutuhan terhadap objek.
- Fi'il berdasarkan bentuk aktif dan pasif.
- Fi'il berdasarkan huruf penyusunnya.
Mari kita bahas satu per satu.
1. Fi'il Berdasarkan Waktu dan Bentuknya
Berdasarkan waktu dan bentuknya, Fi'il secara umum dibagi menjadi tiga:
A. Fi'il Madhi
Fi'il Madhi (الفعل الماضي) adalah kata kerja yang menunjukkan suatu pekerjaan yang telah terjadi atau telah dilakukan.
Contohnya:
كَتَبَ = telah menulis
ذَهَبَ = telah pergi
جَلَسَ = telah duduk
Contoh dalam kalimat:
كَتَبَ زَيْدٌ الدَّرْسَ
Artinya:
"Zaid telah menulis pelajaran."
Fi'il كَتَبَ menunjukkan pekerjaan yang telah dilakukan.
B. Fi'il Mudhari'
Fi'il Mudhari' (الفعل المضارع) adalah kata kerja yang pada dasarnya menunjukkan pekerjaan yang sedang berlangsung atau akan dilakukan.
Contohnya:
يَكْتُبُ = sedang/akan menulis
يَذْهَبُ = sedang/akan pergi
يَجْلِسُ = sedang/akan duduk
Contoh:
يَكْتُبُ زَيْدٌ الدَّرْسَ
Artinya:
"Zaid sedang menulis pelajaran."
Fi'il Mudhari' juga dapat menunjukkan pekerjaan yang akan dilakukan, terutama jika terdapat penanda waktu atau konteks tertentu.
C. Fi'il Amar
Fi'il Amar (فعل الأمر) adalah kata kerja yang menunjukkan perintah atau permintaan untuk melakukan suatu pekerjaan.
Contohnya:
اُكْتُبْ = tulislah!
اِذْهَبْ = pergilah!
اِجْلِسْ = duduklah!
Contoh:
اُكْتُبْ دَرْسَكَ
Artinya:
"Tulislah pelajaranmu!"
Jadi, secara sederhana:
| Jenis Fi'il | Pengertian | Contoh |
|---|---|---|
| Fi'il Madhi | Menunjukkan pekerjaan yang telah terjadi | كَتَبَ |
| Fi'il Mudhari' | Menunjukkan pekerjaan yang sedang/akan terjadi | يَكْتُبُ |
| Fi'il Amar | Menunjukkan perintah | اُكْتُبْ |
Catatan: Fi'il Amar lebih tepat dipahami sebagai pembagian berdasarkan bentuk dan makna perintah, bukan semata-mata berdasarkan waktu.
2. Fi'il Berdasarkan Kebutuhan terhadap Objek
Jika dilihat dari kebutuhan terhadap objek, Fi'il dibagi menjadi dua:
- Fi'il Lazim
- Fi'il Muta'adi
A. Fi'il Lazim
Fi'il Lazim (الفعل اللازم) adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek secara langsung untuk menyempurnakan makna.
Contohnya:
قَامَ = telah berdiri
جَلَسَ = telah duduk
Contoh dalam kalimat:
جَلَسْتُ
Artinya:
"Saya telah duduk."
Kalimat tersebut sudah dapat dipahami tanpa membutuhkan objek.
Jika ditambahkan keterangan:
جَلَسْتُ عَلَى الكُرْسِيِّ
Artinya:
"Saya telah duduk di atas kursi."
Frasa عَلَى الكُرْسِيِّ merupakan keterangan tempat, bukan objek langsung.
Contoh lainnya:
قُمْتُ فِي الْمَسْجِدِ
Artinya:
"Saya telah berdiri di dalam masjid."
B. Fi'il Muta'adi
Fi'il Muta'adi (الفعل المتعدي) adalah kata kerja yang dapat membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya.
Contohnya:
كَتَبَ = telah menulis
أَكَلَ = telah makan
Jika hanya mengatakan:
كَتَبْتُ
Artinya:
"Saya telah menulis."
Secara tata bahasa kalimat tersebut tetap dapat digunakan dalam konteks tertentu, tetapi jika ingin menjelaskan objeknya, kita dapat mengatakan:
كَتَبْتُ الرِّسَالَةَ
Artinya:
"Saya telah menulis surat."
Contoh lainnya:
أَكَلْتُ السَّمَكَ
Artinya:
"Saya telah memakan ikan."
Kata الرِّسَالَةَ dan السَّمَكَ merupakan objek (maf'ul bih).
3. Fi'il Berdasarkan Bentuk Aktif dan Pasif
Berdasarkan bentuk aktif dan pasif, Fi'il dibagi menjadi:
- Fi'il Ma'lum
- Fi'il Majhul
A. Fi'il Ma'lum
Fi'il Ma'lum (الفعل المعلوم) adalah kata kerja dalam bentuk aktif, yaitu pelakunya disebutkan atau diketahui dalam struktur kalimat.
Contoh:
ضَرَبَ زَيْدٌ بَكْرًا
Artinya:
"Zaid telah memukul Bakr."
Dalam kalimat tersebut:
- ضَرَبَ = Fi'il
- زَيْدٌ = pelaku (fa'il)
- بَكْرًا = objek (maf'ul bih)
B. Fi'il Majhul
Fi'il Majhul (الفعل المجهول) adalah kata kerja dalam bentuk pasif, yaitu pelaku tidak disebutkan dalam kalimat.
Contohnya:
ضُرِبَ بَكْرٌ
Artinya:
"Bakr telah dipukul."
Dalam kalimat pasif tersebut, pelaku tidak disebutkan.
Kata بَكْرٌ bukan lagi menjadi objek, tetapi menempati kedudukan sebagai نَائِبُ الْفَاعِلِ (na'ibul fa'il) atau pengganti pelaku.
Perubahan Fi'il Ma'lum menjadi Fi'il Majhul
Dalam kaidah dasar, perubahan Fi'il aktif menjadi pasif memiliki pola tertentu.
Untuk Fi'il Madhi, salah satu pola dasarnya adalah:
ضَرَبَ → ضُرِبَ
Huruf pertama diberi dhammah dan huruf sebelum huruf terakhir diberi kasrah.
Untuk Fi'il Mudhari', salah satu pola dasarnya adalah:
يَضْرِبُ → يُضْرَبُ
Huruf pertama diberi dhammah dan huruf sebelum huruf terakhir diberi fathah.
Catatan: pola tersebut merupakan kaidah dasar. Pada Fi'il yang memiliki huruf 'illat atau pola tertentu, terdapat perubahan khusus yang perlu dipelajari lebih lanjut dalam ilmu Sharaf.
4. Fi'il Berdasarkan Huruf Penyusunnya
Jika dilihat dari huruf penyusunnya, Fi'il secara umum dapat dibagi menjadi:
- Fi'il Shahih
- Fi'il Mu'tal
A. Fi'il Shahih
Fi'il Shahih (الفعل الصحيح) adalah Fi'il yang huruf asal penyusunnya tidak mengandung huruf 'illat.
Huruf 'illat yang dimaksud dalam pembahasan Sharaf adalah:
ا، و، ي
Contohnya:
كَتَبَ
Kata كَتَبَ tidak memiliki huruf 'illat pada huruf asalnya, sehingga termasuk Fi'il Shahih.
B. Fi'il Mu'tal
Fi'il Mu'tal (الفعل المعتل) adalah Fi'il yang salah satu huruf asalnya mengandung huruf 'illat.
Contohnya:
قَالَ
Kata tersebut berasal dari akar kata yang memiliki huruf 'illat.
Fi'il Mu'tal memiliki beberapa jenis yang lebih khusus, di antaranya:
- Fi'il Mitsal
- Fi'il Ajwaf
- Fi'il Naqish
- Fi'il Lafif
Pembahasan masing-masing jenis tersebut dapat dipelajari lebih lanjut dalam materi ilmu Sharaf.
Alif dan Hamzah
Perlu dibedakan antara Alif (ا) dan Hamzah (ء).
Keduanya bukan hal yang sama.
Hamzah merupakan salah satu huruf yang dapat ditulis dengan beberapa bentuk, sedangkan alif merupakan huruf yang memiliki fungsi tersendiri dalam penulisan bahasa Arab.
Karena pembahasan Alif dan Hamzah cukup luas, materi tersebut sebaiknya dipelajari secara khusus agar tidak membingungkan pemula.
Tanda-Tanda atau Ciri-Ciri Fi'il dalam Bahasa Arab
Selain memahami pembagiannya, kita juga perlu mengetahui tanda-tanda Fi'il.
Dalam pembahasan ilmu Nahwu, beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa suatu kata termasuk Fi'il adalah sebagai berikut.
1. Didahului Huruf قَدْ
قَدْ merupakan salah satu tanda yang dapat masuk kepada Fi'il.
Contohnya:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
Artinya:
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman."
Kata أَفْلَحَ merupakan Fi'il Madhi.
2. Didahului Huruf سَ
Huruf سَ dapat masuk pada Fi'il Mudhari' dan menunjukkan makna yang akan datang.
Contohnya:
سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ
Artinya secara umum:
"Orang-orang yang kurang akal itu akan berkata..."
Kata يَقُولُ merupakan Fi'il Mudhari'.
3. Didahului سَوْفَ
سَوْفَ juga dapat masuk kepada Fi'il Mudhari' dan menunjukkan makna yang akan datang.
Contohnya:
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Artinya:
"Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui."
Kata تَعْلَمُونَ merupakan Fi'il Mudhari'.
4. Diakhiri Ta' Ta'nits Sukun
Salah satu tanda Fi'il Madhi adalah dapat menerima Ta' Ta'nits Sukun (تْ).
Contohnya:
قَالَتْ نَمْلَةٌ
Artinya:
"Berkatalah seekor semut."
Kata قَالَتْ berakhiran Ta' Ta'nits Sukun sehingga menunjukkan bentuk Fi'il Madhi untuk subjek perempuan.
Tabel Ringkas Tanda-Tanda Fi'il
| Tanda | Contoh | Keterangan |
| قَدْ | قَدْ أَفْلَحَ | Menjadi tanda yang dapat masuk pada Fi'il |
| سَ | سَيَقُولُ | Masuk pada Fi'il Mudhari' |
| سَوْفَ | سَوْفَ تَعْلَمُونَ | Masuk pada Fi'il Mudhari' |
| تْ | قَالَتْ | Ta' Ta'nits Sukun pada Fi'il Madhi |
Catatan penting: tidak semua Fi'il harus memiliki salah satu tanda tersebut. Banyak Fi'il yang dapat dikenali berdasarkan bentuk dan kedudukannya dalam kalimat tanpa didahului atau diakhiri tanda-tanda tersebut.
Contoh Fi'il dalam Kalimat Bahasa Arab
Untuk memperkuat pemahaman, berikut beberapa contoh penggunaan Fi'il dalam kalimat:
Fi'il Madhi
ذَهَبَ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ
Artinya:
"Siswa telah pergi ke sekolah."
Fi'il Mudhari'
يَذْهَبُ الطَّالِبُ إِلَى الْمَدْرَسَةِ
Artinya:
"Siswa sedang/pergi ke sekolah."
Fi'il Amar
اِذْهَبْ إِلَى الْمَدْرَسَةِ
Artinya:
"Pergilah ke sekolah!"
Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa perubahan bentuk Fi'il dapat memberikan perbedaan makna dan fungsi.
Hubungan Fi'il dengan Ilmu Nahwu dan Sharaf
Pembahasan Fi'il sangat erat kaitannya dengan ilmu Nahwu dan Sharaf.
Sharaf membantu kita memahami perubahan bentuk Fi'il.
Sedangkan Nahwu membantu kita memahami kedudukan Fi'il dalam sebuah kalimat.
Misalnya:
كَتَبَ زَيْدٌ الدَّرْسَ
Dari sisi Sharaf, kita dapat mempelajari bentuk كَتَبَ dan perubahan bentuknya.
Dari sisi Nahwu, kita dapat mengetahui bahwa كَتَبَ berkedudukan sebagai Fi'il, زَيْدٌ sebagai Fa'il, dan الدَّرْسَ sebagai Maf'ul bih.
Untuk memahami hubungan keduanya secara lebih lengkap, baca Ilmu Nahwu dan Sharaf: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya.
Materi Bahasa Arab yang Berkaitan dengan Fi'il
Setelah memahami Fi'il, pembelajaran bahasa Arab dapat dilanjutkan ke beberapa materi lain.
Kamu dapat mempelajari:
- Kaidah Umum Tata Bahasa Arab
- Pengertian Kalam dalam Ilmu Nahwu
- Mengenal Huruf Jar dalam Bahasa Arab
- Pengertian Isim Ma'rifat dan Contohnya
- Pengertian Isim Nakirah dan Contohnya
- Mudzakkar dan Muannats dalam Bahasa Arab
- Mufrad, Mutsanna, dan Jamak dalam Bahasa Arab
Dengan mempelajari materi tersebut secara bertahap, pemahaman tentang struktur bahasa Arab akan menjadi lebih kuat.
Kesimpulan
Fi'il dalam bahasa Arab adalah kata yang menunjukkan suatu pekerjaan atau peristiwa dan berkaitan dengan waktu.
Berdasarkan pembahasan dasar, Fi'il dapat dibagi berdasarkan beberapa sudut pandang.
Berdasarkan waktu dan bentuknya, terdapat:
- Fi'il Madhi
- Fi'il Mudhari'
- Fi'il Amar
Berdasarkan kebutuhan terhadap objek:
- Fi'il Lazim
- Fi'il Muta'adi
Berdasarkan bentuk aktif dan pasif:
- Fi'il Ma'lum
- Fi'il Majhul
Berdasarkan huruf penyusunnya:
- Fi'il Shahih
- Fi'il Mu'tal
Selain memahami pembagian tersebut, penting juga mengetahui tanda-tanda Fi'il seperti قَدْ, سَ, سَوْفَ, dan Ta' Ta'nits Sukun.
Dengan memahami Fi'il secara bertahap, pembelajaran ilmu Nahwu dan Sharaf akan menjadi lebih mudah.
FAQ tentang Fi'il dalam Bahasa Arab
Apa yang dimaksud dengan Fi'il dalam bahasa Arab?
Fi'il adalah kata yang menunjukkan suatu pekerjaan atau peristiwa dan berkaitan dengan waktu.
Apa saja pembagian Fi'il berdasarkan waktu?
Secara umum terdapat Fi'il Madhi, Fi'il Mudhari', dan Fi'il Amar.
Apa perbedaan Fi'il Madhi dan Fi'il Mudhari'?
Fi'il Madhi menunjukkan pekerjaan yang telah terjadi, sedangkan Fi'il Mudhari' pada dasarnya menunjukkan pekerjaan yang sedang berlangsung atau akan terjadi.
Apa yang dimaksud dengan Fi'il Lazim?
Fi'il Lazim adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek secara langsung untuk menyempurnakan maknanya.
Apa yang dimaksud dengan Fi'il Muta'adi?
Fi'il Muta'adi adalah kata kerja yang dapat membutuhkan atau mengambil objek secara langsung.
Apa perbedaan Fi'il Ma'lum dan Fi'il Majhul?
Fi'il Ma'lum merupakan bentuk aktif, sedangkan Fi'il Majhul merupakan bentuk pasif yang tidak menyebutkan pelaku.
Apa saja tanda-tanda Fi'il?
Beberapa tanda yang dapat menunjukkan Fi'il antara lain didahului قَدْ, سَ, سَوْفَ, atau diakhiri Ta' Ta'nits Sukun (تْ).
Apakah semua Fi'il memiliki tanda tersebut?
Tidak. Tanda-tanda tersebut merupakan beberapa ciri yang dapat membantu mengenali Fi'il. Tidak semua Fi'il harus memiliki salah satu tanda tersebut.
Posting Komentar untuk "Pembagian Fi'il dalam Bahasa Arab: Pengertian, Jenis, dan Tanda-Tandanya"
Kritik dan Saran yang membangun sangat kami butuhkan