Blogger Jateng

Idhafah dalam Bahasa Arab: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, dan Cara Menentukannya

 Dalam bahasa Arab, setiap kata memiliki kedudukan dan hubungan tertentu dalam sebuah kalimat. Salah satu susunan penting yang sering ditemukan dalam pembelajaran ilmu nahwu adalah idhafah (الإضافة).

Idhafah digunakan untuk menghubungkan dua isim sehingga membentuk makna seperti kepemilikan, hubungan, atau keterangan antara satu kata dengan kata lainnya. Susunan ini sangat sering digunakan dalam bahasa Arab, baik dalam percakapan sehari-hari maupun dalam teks keagamaan, buku pelajaran, dan berbagai tulisan berbahasa Arab.

Contohnya adalah:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

Pada susunan tersebut, كِتَابُ berarti "buku", sedangkan الطَّالِبِ berarti "siswa". Keduanya membentuk hubungan makna "buku milik siswa" atau "buku siswa".

Dengan memahami idhafah, kita akan lebih mudah membaca harakat akhir kata, memahami hubungan antarkata, serta menerjemahkan berbagai kalimat bahasa Arab dengan benar.

Artikel ini membahas pengertian idhafah, ciri-cirinya, unsur-unsurnya, jenis-jenis idhafah, contoh dalam kalimat bahasa Arab, serta cara mudah menentukan idhafah.

Pengertian Idhafah dalam Bahasa Arab

Secara bahasa, idhafah (الإضافة) berarti penyandaran atau menghubungkan sesuatu kepada sesuatu yang lain.

Sedangkan menurut istilah ilmu nahwu, idhafah adalah susunan dua isim yang menyebabkan isim pertama disandarkan kepada isim kedua sehingga terbentuk hubungan makna tertentu.

Dua isim yang membentuk susunan idhafah disebut:

  • المضاف (al-mudhaf) = isim pertama
  • المضاف إليه (al-mudhaf ilaih) = isim kedua

Contohnya:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

Pada susunan tersebut:

  • كِتَابُ = mudhaf
  • الطَّالِبِ = mudhaf ilaih

Kata كِتَابُ disandarkan kepada الطَّالِبِ, sehingga maknanya menjadi "buku siswa" atau "buku milik siswa".

Untuk memahami kedudukan kata dalam kalimat bahasa Arab, Anda juga dapat membaca artikel Pengertian I'rab dalam Ilmu Nahwu dan Macam-Macamnya.

Unsur-Unsur Idhafah

Idhafah pada dasarnya terdiri dari dua unsur utama, yaitu mudhaf dan mudhaf ilaih.

1. Mudhaf (المضاف)

Mudhaf adalah isim pertama dalam susunan idhafah.

Contoh:

بَابُ الْمَدْرَسَةِ

Artinya: pintu sekolah.

Kata بَابُ merupakan mudhaf.

Mudhaf dapat berupa berbagai macam isim, seperti:

  • nama benda,
  • nama tempat,
  • nama orang,
  • kata yang menunjukkan waktu,
  • atau isim lainnya.

2. Mudhaf Ilaih (المضاف إليه)

Mudhaf ilaih adalah isim kedua yang menjadi tempat penyandaran mudhaf.

Pada contoh:

بَابُ الْمَدْرَسَةِ

kata الْمَدْرَسَةِ merupakan mudhaf ilaih.

Salah satu ciri penting mudhaf ilaih adalah berkedudukan majrur.

Karena itu, kata الْمَدْرَسَةِ dibaca dengan kasrah.

Ciri-Ciri Idhafah

Ada beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengenali susunan idhafah dalam bahasa Arab.

1. Terdiri dari Dua Isim

Idhafah pada dasarnya tersusun dari dua isim yang saling berhubungan.

Contoh:

كِتَابُ الْمُعَلِّمِ

Artinya: buku guru.

  • كِتَابُ = isim pertama
  • الْمُعَلِّمِ = isim kedua

Keduanya membentuk susunan idhafah.

2. Isim Pertama Disebut Mudhaf

Isim pertama dalam susunan idhafah disebut mudhaf.

Contoh:

قَلَمُ الطَّالِبِ

Artinya: pena siswa.

Kata قَلَمُ merupakan mudhaf.

3. Isim Kedua Disebut Mudhaf Ilaih

Isim kedua disebut mudhaf ilaih.

Pada:

قَلَمُ الطَّالِبِ

kata الطَّالِبِ merupakan mudhaf ilaih.

Mudhaf ilaih selalu mempunyai kedudukan majrur.

4. Mudhaf Tidak Bertanwin

Salah satu ciri yang sangat mudah dikenali adalah mudhaf tidak menerima tanwin.

Perhatikan:

كِتَابٌ

Artinya: sebuah buku.

Ketika menjadi mudhaf:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

Kata كِتَابُ tidak lagi menggunakan tanwin.

Jadi:

كِتَابٌ → bukan mudhaf

كِتَابُ الطَّالِبِكِتَابُ adalah mudhaf.

5. Mudhaf Tidak Didahului Alif Lam

Dalam susunan idhafah, mudhaf tidak menggunakan ال.

Contoh:

بَابُ الْفَصْلِ

Artinya: pintu kelas.

Kata بَابُ merupakan mudhaf dan tidak menggunakan ال.

Sementara الْفَصْلِ merupakan mudhaf ilaih.

6. Mudhaf Ilaih Berkedudukan Majrur

Ciri yang paling penting dari mudhaf ilaih adalah kedudukannya majrur.

Contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Kata الطَّالِبِ mempunyai harakat kasrah pada akhir kata.

Kedudukannya adalah:

الطَّالِبِ = مضاف إليه مجرور

Artinya: mudhaf ilaih yang majrur.

Tabel Ciri-Ciri Idhafah

UnsurKetentuan
Isim pertamaMudhaf
Isim keduaMudhaf ilaih
MudhafTidak bertanwin
MudhafTidak menggunakan ال
Mudhaf ilaihMajrur
Hubungan maknaKepemilikan, hubungan, atau keterangan

Contoh Idhafah dalam Bahasa Arab

Berikut beberapa contoh sederhana susunan idhafah.

Contoh 1

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

  • كِتَابُ = mudhaf
  • الطَّالِبِ = mudhaf ilaih

Maknanya menunjukkan hubungan antara buku dan siswa.

Contoh 2

بَابُ الْمَدْرَسَةِ

Artinya: pintu sekolah.

  • بَابُ = mudhaf
  • الْمَدْرَسَةِ = mudhaf ilaih

Contoh 3

قَلَمُ الْمُعَلِّمِ

Artinya: pena guru.

  • قَلَمُ = mudhaf
  • الْمُعَلِّمِ = mudhaf ilaih

Contoh 4

سَيَّارَةُ مُحَمَّدٍ

Artinya: mobil Muhammad.

  • سَيَّارَةُ = mudhaf
  • مُحَمَّدٍ = mudhaf ilaih

Perhatikan bahwa mudhaf ilaih tidak harus menggunakan ال. Nama orang seperti مُحَمَّدٍ juga dapat menjadi mudhaf ilaih.

Contoh 5

طَالِبُ الْعِلْمِ

Artinya: penuntut ilmu.

  • طَالِبُ = mudhaf
  • الْعِلْمِ = mudhaf ilaih

Idhafah dalam Kalimat Bahasa Arab

Susunan idhafah tidak hanya muncul sebagai dua kata yang berdiri sendiri. Idhafah juga dapat menjadi bagian dari sebuah kalimat.

Contoh:

قَرَأَ الطَّالِبُ كِتَابَ الْمُعَلِّمِ

Artinya: Siswa membaca buku guru.

Pada kalimat tersebut terdapat susunan:

كِتَابَ الْمُعَلِّمِ

  • كِتَابَ = mudhaf
  • الْمُعَلِّمِ = mudhaf ilaih

Menariknya, harakat كِتَابَ menjadi fathah karena kedudukannya dalam kalimat sebagai maf'ul bih, tetapi statusnya sebagai mudhaf tetap berlaku.

Hal ini menunjukkan bahwa kedudukan mudhaf dalam kalimat dapat berubah sesuai dengan fungsi sintaksisnya, sedangkan mudhaf ilaih tetap majrur.

Untuk memahami objek dalam kalimat bahasa Arab, baca artikel Maf'ul Bih dalam Bahasa Arab: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya.

Kedudukan I'rab Mudhaf dan Mudhaf Ilaih

Salah satu hal penting dalam mempelajari idhafah adalah memahami bahwa mudhaf tidak mempunyai satu harakat tetap.

Harakat mudhaf bergantung pada kedudukannya dalam kalimat.

Contoh:

جَاءَ طَالِبُ الْعِلْمِ

Artinya: Penuntut ilmu datang.

Kata طَالِبُ berkedudukan sebagai fa'il sehingga dibaca marfu'.

Contoh lainnya:

رَأَيْتُ طَالِبَ الْعِلْمِ

Artinya: Saya melihat penuntut ilmu.

Kata طَالِبَ berkedudukan sebagai maf'ul bih sehingga dibaca manshub.

Contoh:

مَرَرْتُ بِطَالِبِ الْعِلْمِ

Artinya: Saya melewati penuntut ilmu.

Kata طَالِبِ berkedudukan majrur karena didahului huruf jar بِـ.

Perhatikan tabel berikut:

KalimatMudhafKedudukan MudhafMudhaf Ilaih
جَاءَ طَالِبُ الْعِلْمِطَالِبُMarfu'الْعِلْمِ
رَأَيْتُ طَالِبَ الْعِلْمِطَالِبَManshubالْعِلْمِ
مَرَرْتُ بِطَالِبِ الْعِلْمِطَالِبِMajrurالْعِلْمِ

Jadi, yang perlu diingat adalah:

Mudhaf mengikuti kedudukannya dalam kalimat.

Mudhaf ilaih selalu majrur.

Idhafah dengan Isim Mufrad

Idhafah dapat dibentuk menggunakan isim mufrad.

Contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

بَيْتُ الْمُعَلِّمِ

Artinya: rumah guru.

قَلَمُ أَحْمَدَ

Artinya: pena Ahmad.

Pada contoh tersebut, isim pertama menjadi mudhaf dan isim kedua menjadi mudhaf ilaih.

Idhafah dengan Isim Tatsniyah

Idhafah juga dapat melibatkan isim tatsniyah.

Contoh:

طَالِبَا الْمَدْرَسَةِ

Artinya: dua siswa sekolah.

Perhatikan bahwa bentuk tatsniyah طَالِبَانِ berubah menjadi طَالِبَا ketika menjadi mudhaf.

Contoh lainnya:

مُعَلِّمَا الْفَصْلِ

Artinya: dua guru kelas.

Dalam keadaan idhafah, tanda ن pada bentuk tatsniyah dihilangkan.

Idhafah dengan Jamak Mudzakkar Salim

Jamak mudzakkar salim juga dapat menjadi mudhaf.

Contoh:

مُعَلِّمُو الْمَدْرَسَةِ

Artinya: guru-guru sekolah.

Bentuk مُعَلِّمُونَ ketika menjadi mudhaf berubah menjadi:

مُعَلِّمُو

Huruf ن dihilangkan karena kata tersebut menjadi mudhaf.

Contoh lain:

مُهَنْدِسُو الشَّرِكَةِ

Artinya: para insinyur perusahaan.

Idhafah dengan Dhamir

Mudhaf ilaih tidak selalu berupa isim yang tampak. Dhamir juga dapat menjadi mudhaf ilaih.

Contoh:

كِتَابِي

Artinya: bukuku.

Kata كِتَابِي berasal dari:

كِتَابُ + ي

  • كِتَابُ = buku
  • ي = dhamir yang berarti "saya"

Contoh lainnya:

بَيْتُهُ

Artinya: rumahnya.

قَلَمُكَ

Artinya: penamu.

مَدْرَسَتُنَا

Artinya: sekolah kami.

Dalam bentuk seperti ini, dhamir yang melekat berfungsi sebagai mudhaf ilaih.

Perbedaan Idhafah dan Na'at-Man'ut

Idhafah dan na'at-man'ut sama-sama terdiri dari dua kata yang saling berhubungan, tetapi hubungan keduanya berbeda.

Contoh idhafah:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

Kata كِتَابُ dan الطَّالِبِ merupakan mudhaf dan mudhaf ilaih.

Contoh na'at-man'ut:

الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ

Artinya: siswa yang rajin.

Kata الطَّالِبُ adalah man'ut, sedangkan الْمُجْتَهِدُ adalah na'at.

Perbedaannya dapat dilihat dalam tabel:

IdhafahNa'at-Man'ut
كِتَابُ الطَّالِبِالطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ
Buku siswaSiswa yang rajin
Kata pertama = mudhafKata pertama = man'ut
Kata kedua = mudhaf ilaihKata kedua = na'at
Mudhaf ilaih majrurNa'at mengikuti man'ut
Menunjukkan hubungan/sandaranMenunjukkan sifat

Untuk memahami pasangan kata yang menunjukkan sifat, baca artikel Na'at-Man'ut dalam Bahasa Arab: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya.

Perbedaan Idhafah dan Huruf Jar

Idhafah juga perlu dibedakan dari susunan yang menggunakan huruf jar.

Contoh idhafah:

بَابُ الْفَصْلِ

Artinya: pintu kelas.

Kata الْفَصْلِ majrur karena menjadi mudhaf ilaih.

Contoh dengan huruf jar:

بَابٌ فِي الْفَصْلِ

Artinya: sebuah pintu di dalam kelas.

Kata الْفَصْلِ majrur karena didahului huruf jar فِي.

Jadi, meskipun keduanya sama-sama menyebabkan kata kedua dibaca majrur, penyebabnya berbeda.

  • بَابُ الْفَصْلِ → الْفَصْلِ majrur sebagai mudhaf ilaih.
  • فِي الْفَصْلِ → الْفَصْلِ majrur karena huruf jar.

Untuk mempelajari huruf yang menyebabkan isim menjadi majrur, baca artikel Huruf Jar dalam Bahasa Arab: Pengertian, Jenis, Contoh dan Penggunaannya.

Cara Mudah Menentukan Idhafah

Untuk menentukan apakah dua kata merupakan susunan idhafah, kita dapat menggunakan beberapa langkah sederhana.

Langkah 1: Cari Dua Isim yang Berdekatan

Perhatikan apakah terdapat dua isim yang saling berhubungan.

Contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Terdapat dua isim:

  • كِتَابُ
  • الطَّالِبِ

Langkah 2: Tentukan Isim Pertama

Isim pertama biasanya merupakan mudhaf.

Pada contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

kata كِتَابُ adalah mudhaf.

Langkah 3: Perhatikan Apakah Mudhaf Bertanwin

Mudhaf tidak boleh menggunakan tanwin.

كِتَابٌ berarti sebuah buku.

Sedangkan:

كِتَابُ الطَّالِبِ berarti buku siswa.

Ketika menjadi mudhaf, tanwin pada كِتَابٌ hilang.

Langkah 4: Perhatikan Isim Kedua

Isim kedua merupakan mudhaf ilaih dan harus berkedudukan majrur.

Contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Kata الطَّالِبِ dibaca kasrah karena menjadi mudhaf ilaih.

Langkah 5: Periksa Maknanya

Biasanya susunan idhafah menghasilkan makna seperti:

  • milik,
  • kepunyaan,
  • hubungan,
  • bagian dari sesuatu,
  • atau keterangan tertentu.

Contoh:

بَابُ الْبَيْتِ

Artinya: pintu rumah.

كِتَابُ مُحَمَّدٍ

Artinya: buku Muhammad.

طَالِبُ الْعِلْمِ

Artinya: penuntut ilmu.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Idhafah

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pembelajar bahasa Arab ketika membuat susunan idhafah.

1. Memberikan Tanwin pada Mudhaf

Kurang tepat:

كِتَابٌ الطَّالِبِ

Yang benar:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Mudhaf tidak menggunakan tanwin.

2. Memberikan Alif Lam pada Mudhaf

Kurang tepat:

الْكِتَابُ الطَّالِبِ

Jika yang dimaksud adalah "buku siswa", susunan idhafah yang benar:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Mudhaf tidak didahului ال.

3. Membaca Mudhaf Ilaih dengan Dhammah

Kurang tepat:

كِتَابُ الطَّالِبُ

Yang benar:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Karena الطَّالِبِ merupakan mudhaf ilaih yang berkedudukan majrur.

4. Menganggap Harakat Mudhaf Selalu Dhammah

Mudhaf tidak selalu marfu'.

Contoh:

رَأَيْتُ كِتَابَ الطَّالِبِ

Artinya: Saya melihat buku siswa.

Kata كِتَابَ dibaca fathah karena menjadi maf'ul bih.

Contoh Idhafah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut beberapa contoh idhafah yang mudah ditemukan dalam kosakata bahasa Arab:

Bahasa ArabArti
بَيْتُ الطَّالِبِrumah siswa
كِتَابُ الْمُعَلِّمِbuku guru
بَابُ الْفَصْلِpintu kelas
مَاءُ الْبَحْرِair laut
لَوْنُ السَّمَاءِwarna langit
بَيْتُ اللهِrumah Allah
رَسُولُ اللهِRasul Allah
طَالِبُ الْعِلْمِpenuntut ilmu
مَدْرَسَةُ مُحَمَّدٍsekolah Muhammad
قَلَمُكَpenamu

Hubungan Idhafah dengan Ilmu Nahwu

Idhafah merupakan salah satu materi penting dalam ilmu nahwu karena berkaitan dengan kedudukan kata dan i'rab.

Ketika menemukan susunan seperti:

كِتَابُ الطَّالِبِ

kita dapat langsung mengetahui bahwa:

كِتَابُ = mudhaf

الطَّالِبِ = mudhaf ilaih

Namun, untuk mengetahui apakah كِتَابُ harus dibaca dhammah, fathah, atau kasrah, kita harus melihat kedudukannya dalam kalimat.

Contoh:

جَاءَ كِتَابُ الطَّالِبِ

كِتَابُ = fa'il, sehingga marfu'.

رَأَيْتُ كِتَابَ الطَّالِبِ

كِتَابَ = maf'ul bih, sehingga manshub.

نَظَرْتُ إِلَى كِتَابِ الطَّالِبِ

كِتَابِ = majrur karena didahului إِلَى.

Dengan demikian, mempelajari idhafah sekaligus membantu kita memahami i'rab, fa'il, maf'ul bih, huruf jar, dan struktur kalimat bahasa Arab.

Hubungan Idhafah dengan Jumlah Fi'liyah

Idhafah dapat menjadi bagian dari jumlah fi'liyah, yaitu kalimat yang diawali dengan fi'il.

Contoh:

قَرَأَ الطَّالِبُ كِتَابَ الْمُعَلِّمِ

Artinya: Siswa membaca buku guru.

Kalimat tersebut merupakan jumlah fi'liyah karena diawali dengan fi'il قَرَأَ.

Strukturnya:

  • قَرَأَ = fi'il
  • الطَّالِبُ = fa'il
  • كِتَابَ الْمُعَلِّمِ = maf'ul bih
  • كِتَابَ = mudhaf
  • الْمُعَلِّمِ = mudhaf ilaih

Jadi, satu susunan idhafah dapat menjadi bagian dari struktur kalimat yang lebih besar.

Untuk memahami jumlah fi'liyah secara lebih lengkap, baca artikel Jumlah Fi'liyah dalam Bahasa Arab: Pengertian, Struktur, Contoh, dan Cara Menentukannya.

Idhafah Bertingkat

Dalam bahasa Arab, susunan idhafah juga dapat muncul secara bertingkat.

Contoh:

بَابُ بَيْتِ الطَّالِبِ

Artinya: pintu rumah siswa.

Pada susunan tersebut:

بَابُ disandarkan kepada بَيْتِ

dan بَيْتِ disandarkan kepada الطَّالِبِ.

Sehingga terbentuk hubungan:

بَابُ ← بَيْتِ ← الطَّالِبِ

Artinya:

pintu rumah siswa.

Contoh seperti ini menunjukkan bahwa idhafah dapat digunakan untuk membentuk keterangan yang lebih panjang.

Kesimpulan

Idhafah (الإضافة) merupakan susunan dua isim yang saling berhubungan, terdiri dari mudhaf (المضاف) dan mudhaf ilaih (المضاف إليه).

Mudhaf merupakan isim pertama, sedangkan mudhaf ilaih merupakan isim kedua yang menjadi tempat penyandaran mudhaf.

Beberapa ciri penting idhafah yang perlu diingat adalah:

  1. Terdiri dari dua isim yang saling berhubungan.
  2. Isim pertama disebut mudhaf.
  3. Isim kedua disebut mudhaf ilaih.
  4. Mudhaf tidak menggunakan tanwin.
  5. Mudhaf tidak didahului ال.
  6. Mudhaf ilaih selalu berkedudukan majrur.
  7. Harakat mudhaf mengikuti kedudukannya dalam kalimat.
  8. Idhafah dapat menunjukkan hubungan kepemilikan, penyandaran, atau keterangan.

Contoh paling sederhana yang dapat diingat adalah:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Artinya: buku siswa.

Dengan memahami pola mudhaf + mudhaf ilaih, kita akan lebih mudah membaca, menerjemahkan, dan menyusun kalimat bahasa Arab.

Pemahaman tentang idhafah juga akan membantu ketika mempelajari i'rab, fa'il, maf'ul bih, huruf jar, na'at-man'ut, dan jumlah fi'liyah.

Baca Juga

FAQ tentang Idhafah

Apa yang dimaksud dengan idhafah?

Idhafah adalah susunan dua isim yang saling berhubungan, terdiri dari mudhaf sebagai isim pertama dan mudhaf ilaih sebagai isim kedua.

Apa itu mudhaf?

Mudhaf adalah isim pertama dalam susunan idhafah.

Contohnya pada:

كِتَابُ الطَّالِبِ

kata كِتَابُ merupakan mudhaf.

Apa itu mudhaf ilaih?

Mudhaf ilaih adalah isim kedua dalam susunan idhafah dan selalu berkedudukan majrur.

Pada:

كِتَابُ الطَّالِبِ

kata الطَّالِبِ merupakan mudhaf ilaih.

Apakah mudhaf boleh menggunakan tanwin?

Tidak. Mudhaf tidak menggunakan tanwin.

Contoh:

كِتَابٌ → bukan susunan idhafah.

كِتَابُ الطَّالِبِكِتَابُ adalah mudhaf.

Apakah mudhaf boleh menggunakan ال?

Dalam kaidah dasar idhafah, mudhaf tidak didahului ال.

Contohnya:

بَابُ الْمَدْرَسَةِ

bukan:

الْبَابُ الْمَدْرَسَةِ

untuk menunjukkan makna "pintu sekolah".

Mengapa mudhaf ilaih selalu majrur?

Karena salah satu kaidah utama idhafah adalah isim kedua yang menjadi mudhaf ilaih berkedudukan majrur.

Contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

Kata الطَّالِبِ majrur dengan tanda kasrah.

Apakah mudhaf selalu dibaca dhammah?

Tidak. Harakat mudhaf bergantung pada kedudukannya dalam kalimat.

Contohnya:

جَاءَ طَالِبُ الْعِلْمِ → marfu'.

رَأَيْتُ طَالِبَ الْعِلْمِ → manshub.

مَرَرْتُ بِطَالِبِ الْعِلْمِ → majrur.

Apa perbedaan idhafah dan na'at-man'ut?

Idhafah menunjukkan hubungan antara mudhaf dan mudhaf ilaih, sedangkan na'at-man'ut menunjukkan hubungan antara suatu isim dengan sifatnya.

Contoh idhafah:

كِتَابُ الطَّالِبِ = buku siswa.

Contoh na'at-man'ut:

الطَّالِبُ الْمُجْتَهِدُ = siswa yang rajin.

Bagaimana cara paling mudah mengenali idhafah?

Cari dua isim yang berdekatan. Kemudian periksa apakah isim pertama tidak bertanwin dan tidak menggunakan ال, sedangkan isim kedua berkedudukan majrur.

Pola sederhananya adalah:

مضاف + مضاف إليه

atau:

Mudhaf + Mudhaf Ilaih

Contoh:

كِتَابُ الطَّالِبِ

= buku siswa.

Posting Komentar untuk "Idhafah dalam Bahasa Arab: Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, dan Cara Menentukannya"